lucu

Loading...

Sabtu, 02 April 2011

RISET KEPERAWATAN


Pendahuluan
Riset atau penelitian adalah suatu usaha yang sistematis, terkendali dan dan empiris dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian masalah. Penelitian terapan adalah penelitian yang diarahkan untuk tujuan mengatasi masalah melalui metode ilmiah.
Proses penelitian diawali dengan penyusunan proposal penelitian yang dimulai dari identifikasi masalah dibidang keperawatan melalui penelitian keperawatan sampai penyajian hasil penelitian.
Pengertian Riset (Penelitian)
Penelitan berasal dari bahasa Inggris “Research” yaitu penyelidikan atau pencarian secara teliti untuk memperoleh fakta baru dalam cabang ilmu pengetahuan. Penelitian merupakan sarana yang mutlak diperlukan agar ilmu pengetahun dapat berkembang, merupakan kegiatan yang dilakukan secara sistematis, terkendali, mempelajari suatu fenomena melalui pencarian fakta yang nyata (empiris) dan merupakan sarana untuk mencari kebenaran melalui pendekatan ilmiah.
Penelitian dilakukan terhadap suatu masalah yang dirasakan. Timbulnya masalah adalah merupakan pemicu untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Penelitian yang baik adalah apabila penelitian tersebut dapat bermanfaat secara langsung terhadap persoalan yang sedang dihadapi maupun bagi pengembangan ilmu pengetahuan pada umumnya.
Penelitian tidak sama dengan evaluasi, hal ini dapat dilihat dari rincian sebagai berikut :
Penelitian merupakan proses ilmiah karena dalam penelitian menggunakan ilmu dan penelitian akan menghasilkan penemuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Dalam penelitian menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan proses yang teratur yang menggunakan prinsip-prinsip ilmu, memerlukan langkah-langkah yang berurutan untuk mencari informasi bagi pemecahanmasalah. Metode ilmiah ditandai dengan ciri : 1) sistematis; 2) terkendali; 3) empiris (nyata); 4) generalisasi; dan 5) formulasi teori.
Aspek
Penelitian
Evaluasi
Tujuan Secara umum
1. Menemukan prinsip dan rekomendasi baru dengan menganalisis variable
2. Melihat hubungan-perbedaan antara dua atau lebih variabel
1.Membuat keputusan prinsip
2.Melihat evektifitas suatu proses dan memberikan “Judgment” terhadap kegunaan dan kebaikannya
Sipat keputusan yang dihasilkan
Dapat dijadikan dasar untuk memberikan prediksi dan perlu alasan generalisasi berikutnya.
Suatu rekomendasi yang dapat/perlu dilaksanakan segera; apa suatu program dapat diteruskan atau tidak
Perlakukan terhadap variable
  1. Teliti dan tepat sekali
  2. Data kuantitatif dianalisa dengan prosedur statistic
  3. Dikontrol secara khusus
1. Tidak terlalu spesifik
2. Data kuantitatif dan kualitatif dianalisa secara sederhana
3. Tampa control khusus
Pemberlakukan hasil
General atau berlaku umum tidak hanya dengan subjek penelitian
Digunakan hanya bagi tempat kegiatan dan tidak diharapkan pemberlakukan bagi tempat lain atau pihak lain
Hipotesa
Perlu dibuat khususnya pada penelitian eksploratif dan eksperimen
Tidak perlu
Desiminasi
Harus disebarluaskan secara terbuka dan tertulis sehingga dapat dimanfaatkan bahkan dikembangkan maupun diuji kembali
Hanya diperlukan bagi pihak tertentu yang berkaitan dengan tempat evaluasi
Kegiatan penelitian bergerak secara sistematis dan teratur, mulai dari; 1) penemuan masalah; 2) mengumpulkan data berdasarkan rancangan penelitian yang tepat; 3) analisis data dan; 4) merumuskan kesimpulan hasil penelitian. Kontrol merupakan unsur kunci dari pendekatan ilmiah. Kontrol melibatkan pemasukan kondisi dalam situasi penelitian agar masalah dapat diperkecil dan validitas (sahih) dan realibilitas (ketepatan) dapat tercapai. Empiris adalah proses dimana suatu kejadian berakar dari lialitas yang objektif dan dikumpulkan secara langsung atau tidak langsung melalui pengindraan dan digunakan untuk perumusan masalah. Penyelidikan empiris menghasilkan objektifitas penelitian karena gagasan/ide dicoba dalamsituasi nyata. Generalisasi merupakan slah satu ciri metoda ilmiah , berarti penelitian tidak menggunakan metode ilmiah untuk kejadian tertentu, tetapi harus mampu menggunakan hasil penelitian untuk lingkup yang luas. Generalisasi membantu perkembangan ilmu pengetahuan, memberikan penjelasan dan prediksi untuk pristiwa yang akan terjadi.
Penelitian keperawatan merupakan studi yang sistematis, mengkaji masalah keperawatan atau fenomena paktik dan asuhan keperawatan melalui studi yang kreatiif, mengawali dan mengevaluasi perubahan, mengambil tindakan untuk menghasilkan pengetahuan baru yang berguna bagi keperawatan
Tujuan, Sasaran dan Implikasi Penelitian Keperawatan
Tujuan penelitian adalah untuk menentukan, mengembangkan dan menguji kebenaran, khususnya terhadap ilmu pengetahun. Selain itu juga bertujuan untuk mencari sumbang pikiran dalam memecahkan masalah. Hal ini sesuai dengan sasaran penelitian yaitu mencari jawaban atas pertanyaan yang diajukan terhadap suatu masalah yang dihadapi melaui kegiatan penelitian dasar dan terapan.
Hasil suatu penelitian berupa temuan (findings) akan memberikan impliksi bagi pihak : 1) Ilmu pengetahuan (menyempurnakan pengetahuan yang sudah ada); 2) Perbaikan pelayanan atau program; 3) Tindak lanjut penelitian secara komprehensi.
Itulah sebabnya penelitian harus bersifat jelas, terbuka, jujur dan dapat diulang atau dikembangkan oleh orang lain. Bahkan lebih dari itu, hasil penelitian sebaiknya disesiminasikan secara luas baik melalui media cetak maupun diskusi kelompok besar sepertui seminar atau diskusi panel.
Penelitian keperawatan diadakan untuk menjawab persoalan dan pemecahan masalah keperawatan yang spesifik. Ini dilakukan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang utuh bagi keperawatan. Penelitian keperawatan mempelajari integritas bidang pengetahuan dan perilaku manusia dan pengaruhnya satu sama lain adalah upaya mempelajari masalah kesehatan yang berhubungan dengan perilaku manusia dan bagaimana hubungan perilaku tersebut dengan kesehatan dan sakit.
Tujuan penelitian keperawatan untuk memperbaiki praktik profesi keperawatan khususnya bagi perbaikan mutu asuhan keperawatan.
Jenis Penelitian
Beberapa pendekatan digunakan untuk menetapkan klasifikasi jenis penelitian. Berdasarkan tujuan, metoda, kelengkapan, kesinambungan (waktu), tempat dan aktivitas dan dapat digambarkan sebagai berikut (Gambar.1)
Disamping klasifikasi penelitian tersebut, jenis penelitian dapat pula digolongkan menurut jenis data yang dicari, yaitu :
I. Penelitian Kuantitatif:
  1. Bersifat objektif dan sistematis
  2. Data yang dicari bersifat numerik (kuantitatif) : Nominal (dikotomi); Ordinal (katagorikal); Interval (tidak ada nol absulut); Rasio (Nol absulut). Terdiri dari jenis penelitian sebagai berikut:
    1. Diskriftif (Non analitik) : pada populasi ; studi ekologi dan pada individu Case report, Case series, Cross sectional
    2. Obsevasional (Analitik) Cross sectional, case control, kohor
    3. Eksperimental (Eksperimental semu/ Quasi dan Eksperiment murni: RCT (Randomized Controlled Trial)\

Gambar 1
Disamping klasifikasi penelitian tersebut, jenis penelitian dapat pula digolongkan menurut jenis data yang dicari, yaitu :
II. Penelitian Kualitatif
  1. Bersifat subjektif
  2. Data yang dicari bersifat kualitatif tentang pengalaman dan perasaan/emosi. Terdiri dari jenis penelitian :
a. Fenomenalogical
b. Grounded theory (studi pengembangan teori)
c. Ethnografi (studi suku/bangsa)
d. Historical (studi pengalaman)
e. Philosophical (studi pengetahuan)
  1. Triangulasi (penggunaan lebih dari satu metode dalam mempelajari suatu penomena melalui; Theoritical, data, invertigasi, dann sebagainya.
Pelaku Penelitian
Sesuai dengan hakekatnya maka penelitian bertopang pada ilmu pengetahuan yang selanjutnya akan mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut karenanya penelitian harus dilaksanakann oleh orang yang memiliki dasar ilmu yang adekut sesuai dengan bidang yang diteliti. Bahkan mutu dan kualitas seseorang ilmuan dapat dinilai dari mutu ide dan kegiatan penelitian yang dilakukan.
Ilmuan yang mengamalkan ilmu tertentu dalam tugas perkerjaannya perlu mengembangkan ilmunya melalui penelitian. Dalam bidang kesehatan (UU No.23 1992) dinyatakan ada 4 ilmu bidang kesehatan yaitu kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat dan farmasi. Penelitian adalah tulang punggung ilmu pengetahuan karena pengetahuan berkembang dengan penelitian, tentunya hasil penelitian tersebut harus diamalkan dalam tatanan praktik profesi, dengan demikian akan memperbaiki mutu pelayanan profesi termasuk keperawatan.
Berkembangnya Penelitian
Sesuai dengan pengertian dan tujuan penelitian maka pada dasarnya penelitian dimulai dengan munculnya suatu fenomena yang dipermasalahkan dan dipertanyakan. Penelitian merupakan upaya untuk mendapatkan jawabannya melalui tahapan kegiatan (proses) penelitian yang sistematis, terkendali dan emperis (nyata/ sesuai dengan fakta). Suatu masalah atau pertanyaan penelitian timbul karena keingintahuan manusia. Dengan demuikian mengembangkan keingin tahuan atau mengidentifikasi masalah merupakan titik kegiatan penelitian. Permasalahan dan pertanyaan atau pernytaan (hipotesa)ada sejauhmana kejelasan terhadap situasi tersebut, faktor apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi, keterkaitan antara satu faktor dengan faktor lain dalam situasi tersebut.
Kita perlu tanggap terhadap fenomena atau masalah (kenyataan/situasi yang terjadi tidak sesuai dengan harapan/standar ) yang timbul di lingkungan kita dan mempunyai keinginan mengetahui dan menyelesaikan atau mencari jawaban terhadap samalah terebut. Fenomena perlu diteliti apabila situasi tersebut bersifat sebagai berikut:
1. Belum diketahui penyebabnya maupun akibatnya mengapa situasi terjadi
2. Informasi yang ada tentang situasi hanya sedikit sehingga diperlukan penjelasan lain yang lebih banyak dan jelas
3. Infornasi yang ada meragukan dan membingungkan sehingga perlu kepastian
4. Cara-cara yang ada dan dilakukan bersifat alternatif atau konsep mutahir sehingga perlu dipelajari lebih lanjut kesesuaian cara yang ada atau mengidentifikasi efektivitas cara lain.
Lingkup dan Area Penelitian keperawatan
Lingkup penelitian keperawatan termasuk dalam penelitian kesehatan serta bersumber pada penelitian epedemiologi kesehatan serta dalam area penelitian keperawatan sebagai berikut;
I. Pre Klinik :
1. Keperawatan dasar
2. Dasar Keperawatan
3. Administrasi dan Manajemen Keperawatan dan Kesehatan
4. Pendidikan Keperawatan
5. Teori terkait (kedokteran, farmasi, kesehatan masyarakat, psikologi, sosial dll)
II. Klinik:
1. Keperawatan Reproduksi (Maternal Perinatal)
2. Keperawatan Pediatrik
3. Keperawatan Medikal Bedah
4. Keperawatan Psikiatrik
III. Komunitas :
1. Keperawatan Keluarga
2. Keperawatan Komunitas
3. Keperawatan Gerontik dan Kelompok khusus
4. Keperawatan Kesehatan Matra dan kesehatan kerja
Proses (Tahapan Kegiatan) Penelitian
Proses penelitian terdiri atas 4 tahapan yang berurutan yang direncanakan untuk menjawab pertanyaan-pernyataan penelitian atau pemecahan masalah penelitian, yaitu; 1) Tahapan perencanaan (menyusun proposal) ; 2) Tahap pelaksanaan (pengumpulan data, penampilkan data) ; 3) Tahap analisis (mengelompokkan data, menerapkan cara perhitungan / statistik yang sesuai, interpretasi hasil penelitian); 4) Tahap desiminasi (menyajikan hasil penelitian secara tertulis diserta secara lisan dalam bentuk pertanggungjawaban / promosi)
1. Tahap Perencanaan (pembuatan proposal)
Tahap ini merupakan tahap yang menentukan hasil kegiatan, serta akan berakhir dengan output berupa suatu proposal atau rancangan penelitian dan melampaui berbagai kegiatan panjang dan sistematis.
Diawali dengan mengidentifikasi masalah penelitian dan merumuskan masalah, menetapkan tujuan umum dan khusus serta maksud penelitian, merujuk bahan kepustakaan, merumuskan hipotesis (tidak semua penelitian) atau pertanyaan penelitian, menentukan rancangan / desain serta metodologi penelitian termasuk rancangan analisis data/hasil penelitian.
Sesuai dengan hakekat penelitian ingin menemukan, mengembangkan dan membuktikan kebenaran maka upaya perencanaan harus merujuk kepada konsep pengetahun dan teori oleh karenanya penelusuran kepustakaan untuk mendapatkan konsep dan teori yang sementara yang ada sebagai pijakan merupakan kegiatan yang mutlak dilakukan. Untuk selanjutnya akan diperoleh konsep dan teori baru yang lebih tepat tau pengtetahuan yang sesuai atau tepat guna. Kegiatan lainnya dalam tahap ini adalah melakukan penelaahan etis dan uji coba metodologi penelitian khususnya (instrumen atau alat pengumpul data agar hasilnya valid dan reliabel)
2. Tahap Pelaksanaan
Kegiatan ini akan dilakukan jika prosedur administrasi telah ditempuh dan mendapat ijin dari pihak tempat penelitian dan pihak yang memberikan wewenang mengadakan penelitian termasuk secata etik yaitu oleh komisi etik. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan teknik yang telah ditentukan dan diujicobakan . Dalam tahap ini peneliti mengikuti setiap rencana yang ada dalam proposal dan telah disepakati. Apabila ada kemdala yang tidak diharapkan selama pengumpulan data, peneliti dapat mengambil keputusan mengubah prosedur penelitian atau tetap menerapkan sesuai proposal. Pengumpulan data dapat dilakukan oleh asisten peneliti yang terlebih dahulu telah mendapat pelatihan, artinya siapapun yang membantu penelitian akan tetap mematuhi ketentuan yang ada dan telah ditetapkan dalam proposal.
3. Tahap Analisa Data
Data yang telah dihitung dan ditabulasi, dianalisis mengunakan perhitungan/uji statistik yang sesuai (penelitian kuantitatif) dan triangulasi (penelitian klualitatif) selanjutnya di interpretasi dan menghasilkan temuan. Temuan penelitian perlu disentesa dengan memadukan bersama konsep dan teori dalam studi kepustakaan kemudian dipadukan dengan hasil penelitian terdahulu/sejenis sehingga dapat menghasilkan kesimpulan. Kesimpulan yang dihasilkan dalam tahap analisis data adalah hasil yang paling bermakna dalam penelitian. Artinya penelitian tidak akan menghasilkan apa-apa atau tak berarti sebelum menyimpulkan temuan penelitian.
4. Tahap Pelaporan
Penelitian sebagai metode ilmiah dalam hasanah pengetahuan perlu disebar luaskan secara terbuka sehingga hasilnya dapat dikonsumsi (dibaca, dipahami bahkan diterapkan untuk memperbaiki atau meningkatkan pelayanan serta kehidupan manusia). Selain sebagai sumber / sanggahan untuk penelitian berikutnya. Pelaporan penelitian juda dapat dianggap sebagai bentuk pertanggungjawaban tentang apa yang telah dilakukan, bahwa peneliti telah bersandar pada suatu konsep dan teori yang baik dan benar menyembangkannya serta memantapkannya. Kewajiban untuk melaporkan penelitian juga akan membuat peneliti berhati-hati dalam memenuhi kriteria metoda ilmiah yaitu sistematis, terkendali, empiris dan genetalisasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini